Welcome to Kavtania's Blog

Melewati sisi waktu yang tak terhenti, bernaung dalam ruang yang tak terbatas, untuk sebuah pemahaman yang tak berujung ...
Follow Me

'NEW HOPE' RETURN



By  Rudi B. Rosidi     09:52    Labels:, 
Hari ini, Senin 20 Oktober 2014, Negara Indonesia mengadakan hajat pelantikan presiden kita yang ke-7 dalam sejarah kepresidenan Indonesia, dan presiden kita yang ke-2 dalam sejarah pemilihan langsung.

Masyarakat pada setiap masa kepresidenan baru tentu saja berharap banyak pada presiden-presiden yang melanjutkan estafet kepemimpinan negeri ini. Setiap pergantian presiden pasti saja ada harapan baru dari rakyat agar sang presiden baru mampu membawa banyak perubahan kehidupan bangsa menuju lebih baik.

Saya pribadi, hingga saat ini mengalami 5 kali pergantian kepresidanan. Soeharto ke Habibie, Habibie ke Gus Dur, Gus Dur ke Megawati, Megawati ke SBY, dan SBY ke Jokowi. Setiap presiden melekat profilnya masing-masing. Harapan itu muncul dari profil unik sang presiden yang ditangkap oleh masyarakat. Maka tidak heran jika dalam dua sesi pillpres langsung, baik SBY maupun Jokowi menampilkan profil unik yang ditawarkan kepada rakyat pemilih.

Pada pemilu 2004 harapan baru rakyat Indonesia sangat tinggi kepada SBY. Beliau tidak banyak bicara, dan terpilih. Bahkan Partai Demokrat pun mendapatkan suara signifikan sebagai partai baru, persis seperti Partai Nasdem sekarang. Setelah SBY memimpin pemerintahan hingga 2009, banyak yang puas, dan banyak pula yang kecewa. Yang banyak kecewa tentunya adalah yang sebelumnya 'berharap lebih' kepada SBY, sang presiden.

Pemilu 2009 SBY ternyata terpilih kembali dan Partai Demokrat masih memiliki suara signifikan, artinya bisa diambil kesimpulan sementara bahwa masyarakat masih banyak yang puas dengan kepemimpinan SBY selama 2004-2009. Dan setelah ini pun banyak yang puas dan banyak yang kecewa. Namun sepertinya dengan perolehan suara demokrat yang menurun, dapat diambil kesimpulan bahwa banyak yang kecewa dengan kepemimpinan SBY.

Tahun 2014 ini muncul sosok baru, Sang Presiden Baru,  yang mulai dikenal masyarakat nasional secara luas sejak 2011. Hanya kurang dari 3 tahun, popularitas Jokowi meningkat tajam. Dengan dukungan media yang semakin canggih, luas, dan terbuka, Jokowi tidak hanya mudah untuk mendapatkan popularitas, namun masyarakat pun mudah untuk mengetahui lebih banyak profil beliau.

Dan masyarakat kembali membangun HARAPAN BARU pada Jokowi. Harapan baru dari seorang presiden yang dianggap unik, seperti uniknya SBY ketika tahun 2004. Harapan baru ini tentu saja semakin "menjadi-jadi" dengan ekspos profil beliau yang luar biasa oleh media. Bahkan media asing pun yang selama ini hidden dan shy-shy cat (kalau menggunakan istilah Tukul Arwana) dalam dukung mendukung atau berapresiasi tentang Indonesia, mulai lebih memberanikan diri memperjelas sikapnya. Dan tidak sedikit pula yang menganggap bahwa sudah mulai ada pengkultusan terhadap beliau, bahkan sudah berlebihan.

Apapun yang terjadi kemarin dan hari ini, harapan baru pada Presiden Baru adalah sah-sah saja atau wajar. Namun menjadi tidak wajar jika harapan baru itu menjadi kekecewaan berulang hanya karena kita tak pernah mau belajar maksimal tentang bagaimana cara mendapatkan informasi yang benar, mengelola informasi, dan merumuskan informasi untuk membangun kesimpulan yang mendekati kenyataan dan kebenaran agar dapat memilih pemimpin-pemimpin bangsa yang benar pula.

Boleh saja kita berharap seorang presiden yang unik. Berbeda dengan yang lain. Namun satu hal yang mesti kita ingat bahwa sesuatu yang unik belum tentu bermanfaat maksimal atau serba guna. Yang utama adalah bagaimana memposisikan apapun dan siapapun sesuai porsinya. Tidak lebih dan tidak kurang.

"Bukan karena sekedar kita unik, itu berarti bahwa kita pasti akan banyak berguna."

Selamat menunaikan tugas baru buat Sang Presiden, Joko Widodo. Selamat mendapatkan hikmah yang baru buat rakyatnya.

Mari menyambut presiden baru kita dengan semangat yang baru, pemikiran yang baru, kebaikan yang baru, dan kemanfaatan yang baru. Tidak sekedar membangun harapan baru atau sekedar memulainya dengan berpesta. Sebab pesta cenderung dekat dengan perilaku sia-sia, berlebihan, dan kelupaan.

Semoga kali ini, kita semua mendapatkan presiden yang (lebih) benar. Aamiin ...

wallahu a'lam...



About Rudi B. Rosidi

Skills: Multimedia Learning, Information Technology, Numerical Analysis. - Occupation: Business, Lecturer. - Employment: PT Softchip Computama Indonesia, CEO. - Official Website: www.kliksci.com. - Communities: IT Development, Midwifery Industries, Fatinistic.

No comments:

Post a Comment


Contact Form

Name

Email *

Message *

Follow by Email

Labels

Translate

Revolusi Akal dan Hati

Melewati sisi waktu yang tak terhenti, bernaung dalam ruang yang tak terbatas, untuk sebuah pemahaman yang tak berujung ...

Total Pageviews