Welcome to Kavtania's Blog

Melewati sisi waktu yang tak terhenti, bernaung dalam ruang yang tak terbatas, untuk sebuah pemahaman yang tak berujung ...
Follow Me

KEGELAPAN, PERSOALAN HIDUP, PROSES UJIAN, dan CAHAYA KEHIDUPAN



By  Rudi B. Rosidi     22:53    Labels:, 
Ada yang pernah mengatakan bahwa gelap itu sesungguhnya tidak ada. Yang ada hanya terang, cahaya. Gelap hanyalah sebuah istilah yang digunakan untuk menjelaskan ketiadaan cahaya. Cahaya bisa kita petakan warnanya dalam sebuah spektrum cahaya. Sementara gelap tidak bisa. Jika kita membeli lampu listrik, maka ukuran yang digunakan adalah tingkat terangnya lampu tersebut, bukan tingkat gelapnya.

Lalu apa yang dapat kita maknai dari kondisi gelap dalam kehidupan? Apakah gelap selalu berkonotasi negatif tanpa hikmah sama sekali? Tentu saja tidak. Karena setiap kejadian yang diciptakan Allah SWT dalam kehidupan pasti memuat hikmah di dalamnya.

Mari kita cerna satu per satu karakteristik dari kondisi gelap beserta pelajaran yang bisa kita ambil dari karakteristik tersebut.

1. Suasana gelap cenderung membawa kita pada keheningan dan berdiam diri.

Tuhan memberikan kesempatan pada kita untuk istirahat sejenak. Tidak ngoyo dalam dinamisasi kehidupan. Ada masa dimana tubuh, pikiran dan jiwa kita memerlukan istirahat baik untuk keperluan perenungan maupun menyegarkan kondisi diri. Tidak terbayangkan jika selama 24 jam dalam sehari dan 365 dalam setahun, suasana kehidupan selalu siang yang terang benderang. Tidak ada waktu buat kita untuk mengistirahatkan diri.

Maka manfaatkanlah semaksimal mungkin kondisi gelap untuk melakukan perenungan dan istirahat tersebut. Dekatkanlah diri kita dengan Yang Menguasai Malam. Jangan biarkan suasana malam menjadi lebih sia-sia dengan tidak banyak melakukan perenungan tentang kehidupan.

Bersyukurlah bagi siapapun yang ketika malam minggu seperti sekarang ini tak sempat berkumpul dengan kekasih hati. Karena Tuhan sedang memberikan kesempatan padanya untuk memaknai kesendirian, memaknai nilai kasih sayang pada sesama, dan memaknai pentingnya kehadiran sang kekasih.

2. Untuk melihat sesuatu, suasana gelap membutuhkan penerangan.

Jika kita umpamakan hidup di dunia ini adalah situasi kegelapan untuk menemukan kebenaran hakiki dan hakikat hidup, maka tentunya kita membutuhkan penerangan agar kita mampu menemukan kebenaran dan hakikat hidup itu. Bagi seorang muslim, maka penerang itu adalah Alquran dan As Sunah. Jangan coba-coba untuk mencari penerang-penerang lain yang bisa menjerumuskan kita pada kondisi terpuruk.

Jika kita berjalan dalam gelap tanpa penerangan, maka kemungkinan kita terjatuh akan sangat besar. Kita juga tak bisa mengetahui ada sesuatu atau musuh yang dapat membahayakan kita. Maka dengan berpegang teguh pada dua pedoman hidup tersebut,
Insya Allah kita dapat mengenali apa dan siapa yang dapat membahayakan hidup kita dalm menemukan kebenaran hakiki tadi. Kita dapat mengenali bahwa musuh yang nyata dalam kegaiban kehidupan kita adalah syaitan. Ia menghembuskan tipudaya untuk mencegah kita dari cahaya ilahi.


3. Gelap membuat semua warna terlihat hitam.

Kita dapat melihat berbagai warna setiap benda karena ada cahaya putih yang menimpa pada benda tersebut dan spektrum warnanya diterjemahkan oleh mata kita. Ini adalah pelajaran fisika yang kita dapatkan ketika SMP.

Ketika cahaya dihilangkan dan keadaan menjadi gelap, maka kita tak dapat membedakan lagi sebuah benda berwarna hijau, biru, merah, kuning, atau ungu. Semuanya terliat hitam.

Alquran dan As Sunah adalah cahaya hidup yang mampu membawa kita pada sebuah pemahaman untuk membedakan mana sikap yang wajib, sunah, mubah, makruh atau haram. Kedua pedoman hidup tersebut juga menjadi petunjuk penyelesaian bagi kita untuk menganalisa apapun seluruh persoalan hidup. Tidak ada persoalan hidup yang tak mampu diselesaikan oleh Alquran dan As Sunah.

Maka janganlah mencoba-coba untuk mencari sahabat atau pemimpin kehidupan yang tidak mampu membedakan perkara-perkara yang diperintahkan dan dilarang oleh Sang Pemilik Kehidupan. Seorang sahabat dan pemimpin yang baik selalu mengingatkan dan membawa kita untuk dapat membedakan kedua perkara tadi.

4. Suasana gelap hanya sementara

Tidak ada yang abadi dari sebuah keadaan gelap. Gelapnya malam hanya bersifat sementara karena fajar akan menyambut pagi dengan membawa cahaya matahari menyinari bumi.

Fenomena ini mengisyaratkan pada kita untuk tidak terlena dalam kegelapan. Untuk tidak galau dalam kegelapan. Dan untuk tidak terus menerus berharap kegelapan selalu ada agar kita bisa berdiam diri serta beristirahat selamanya pula.

Berbagai permasalahan dalam hidup yang bisa jadi membuat kita menjadi terasa gelap tanpa penyelesaian harus diyakini sebagai sebuah kondisi yang hanya bersifat sementara. Karena dengan kemurahan-Nya, Allah SWT akan mengubah kesulitan hidup menjadi sebuah kemudahan jika kita bersungguh-sungguh melakukan perenungan dan mendekatkan diri pada-Nya.

Maka sangat aneh jika ketika manusia ditimpa sebuah masalah berat dalam kehidupan malah membuat dirinya menjadi terus larut dalam kegelapan masalah tersebut, bukan malah menjadi lebih tenang dan sarat dengan ide serta kreatifitas baru. Jika kita meyakini bahwa suasana gelap adalah media bagi kita untuk lebih konsentrasi dalam melakukan perenungan diri dan mendekatkan pada Sang Kuasa, maka tidak alasan bagi kita untuk menyerah dengan berputus asa dalam proses kehidupan.

Pasrahkan saja semua persoalan pada Allah SWT Yang Selalu Ada setiap saat, Yang Selalu Lebih Awal mendampingi persoalan kehidupan kita, Yang Selalu Kekal menyayangi diri kita, Yang Selalu memberikan penyelesaian karena Berbeda dengan ciptaanNya, Yang Selalu Berdiri Sendiri tanpa pamrih dalam menolong kita, Yang Maha Tunggal memberikan satu kebenaran penyelesain hidup, Yang Maha Berkuasa pada setiap kejadian kehidupan dan Yang Maha Berkehendak terhadap keadaan diri kita. Allah SWT pasti Maha Mengetahui, Maha Hidup dan Menghidupkan, Maha Mendengar dan Maha Melihat segala persoalan hidup kita.

Dengan segala Firman-Nya, Allah SWT Berkuasa Mengadakan masalah atau Meniadakan maslash tersebut. Karena Dia Maha Mengehndaki dan Menentukan tiap-tiap sesuatu nasib dan takdir manusia. Dia Maha Mengetahui segala hal yang berkaitan dengan peroalan kita bahkan segala rahasia yang kita tutupkan dari manusia lain. Allah SWT adalah Dzat Yang Hidup dan tak kan pernah lengah atas persoalan kita. Maka panjatkanlah doa kepada-Nya karena Dia Maha Mendengar setiap permohonan hamba-Nya. Cukupkanlah tawakkal kita pada-Nya Yang Maha Melihat setiap persoalan hidup kita. Dan biarlah Dia Berbicara pada diri kita dengan keputusan yang Maha Adil seadil-adilnya.

Marilah selalu menjadikan Allah SWT sebagai sebaik-baik penolong dalam hidup. Dia telah memberikan solusi sabar dan shalat dalam menyelesaikan setiap persoalan hidup.

Sabar tidak sekedar menyikapi hasil. Namun lebih dari itu sabar adalah proses terus menerus dimulai dari keteraturan berfikir dengan mengambil referensi yang memadai, tepat dalam megambil kesimpulan dan keputusan, dan selalu memahami relatifitas dunia jika ada keinginan kita yang tak terpenuhi. Karena apa yang kita inginkan dan sukai belum tentu adalah sebuah kebaikan di sisi Allah SWT.

Shalat juga bukan sekedar ritual ibadah. Namun lebih dari itu, shalat adalah aktivitas vertikal kepada Tuhan yang harus berkonsekuensi pada aktivitas horisontal sesama manusia. Tidak ada satu pun ayat yang memerintahkan kita untuk menegakkan shalat tanpa disertai dengan perintah untuk menunaikan zakat.

Teman-temanku yang baik hati ...

Mari bersama-sama menganggap persoalan hidup bukan sebagai kegelapan hidup semata, namun sebagai suasana warna-warni indah berasal dari cahaya putih yang dilewatkan dalam prisma kehidupan. Persoalan hidup adalah rahmat dari Allah SWT agar kita menjadi lebih baik lagi menjalani hidup pada esok atau lusa hingga akhir hayat.

Jika kita merasa sudah mulai tak kuat menghadapi kegelapan, maka anggap saja kegelapan itu tidak ada, yang ada hanya sebuah kebetulan ketiadaan cahaya. Seperti halnya juga kejahatan itu tidak ada. Yang ada hanya kebaikan. Kejahatan sekedar istilah yang digunakan untuk menjelaskan ketiadaan kebaikan.

Mari bersama-sama mendapatkan dan menjaga cahaya hidup itu. Cahaya yang tak pernah padam. Sebelum kita terlahir, kita semua sudah bersaksi bahwa Allah SWT adalah rabb kita. Yang Menciptakan kita dan setiap permasalahan hidup yang ada. Permasalahan hidup itu adalah ujian, dan kit asudah berjanji untuk siap menghadapi setiap ujian hidup yang ada.

Jangan sekali-kali meminta guru kita untuk menghentikan ujian ketika 'ditengah jalan' kita tidak bisa dapat menyelesaikan ujian. Buku sudah diberikan dan materi pelajaran sudah diajarkan, kita harus mampu melewati ujian kehidupan dengan sebaik mungkin.

Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (QS. An-Nahl [16]: 89)

wallahu a'lam


About Rudi B. Rosidi

Skills: Multimedia Learning, Information Technology, Numerical Analysis. - Occupation: Business, Lecturer. - Employment: PT Softchip Computama Indonesia, CEO. - Official Website: www.kliksci.com. - Communities: IT Development, Midwifery Industries, Fatinistic.

No comments:

Post a Comment


Contact Form

Name

Email *

Message *

Follow by Email

Labels

Translate

Revolusi Akal dan Hati

Melewati sisi waktu yang tak terhenti, bernaung dalam ruang yang tak terbatas, untuk sebuah pemahaman yang tak berujung ...

Total Pageviews