Welcome to Kavtania's Blog

Melewati sisi waktu yang tak terhenti, bernaung dalam ruang yang tak terbatas, untuk sebuah pemahaman yang tak berujung ...
Follow Me

BPOM DAN SUCOFINDO: MANA YANG BENAR?



By  Rudi B. Rosidi     09:28    Labels:,, 


Mengikuti perkembangan 'kasus' beras plastik hingga pagi ini saya disuguhi oleh berita perbedaan hasil uji laboratorium antara BPOM dan SUCOFINDO menggelitik saya untuk menulis lagi kisah inspiratif dan rumusan solusi sederhana untuk menemukan kebenaran yang dianggap sangat ilmiah dan bikin njimet bagi orang awam bahkan seorang ilmuwan berpendidikan. Sebelum saya mengulas polemik dan uji sederhana beras plastik, marilah terlebih dahulu kita menyimak 3 (tiga) kisah berikut.

1. Uji Kotak Sabun
Satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun yang kosong. Dengan segera para pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong.
Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar-X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan.

2. Alat Tulis Astronot
Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu decade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius. Space Pen akhirnya ditemukan oleh adalah Paul C. Fishe dang dianggap sebagai penemuan yang luar biasa karena memang dapat dipakai menyamping, terbalik, di bawah air, dan dalam suhu ekstrim. Paul C. Fisher, bukanlah seorang insinyur ruang angkasa tapi produsen alat tulis yang mengembangkan pena tersebut dengan menggunakan uangnya sendiri. Ia mengajukan dan menerima paten untuk idenya, kemudian menjual versi aslinya untuk NASA dan program ruang angkasa Rusia.

Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka menggunakan pensil!

Kisah yang dikenal dengan Pensil Astronot ini pernah dimuat dalam Film 3 Idiots yang sangat inspiratif.



3. Antrian Lift
Pada suatu hari, seorang pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa bahwa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Sang pemilik apartemen mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah tersebut. Seorang pakar menyarankan agar menambah sejumlah lift. Pakar yang lain meminta pemilik untuk mengganti lift dengan yang lebih cepat dengan asumsi bahwa semakin cepat lift, orang yang terlayani akan banyak. Kedua saran tersebut tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Dan tentu saja belum tentu bernilai ekonomis dengan kondisi bisnis apartemen yang dimilikinya.

Namun ada seorang biasa yang hanya menyarankan satu hal. Inti dari komplain pelanggan adalah mereka merasa menunggu terlalu lama. Maka dia menyarankan kepada sang pemilik apartemen untuk menginvestasikan sebuah kaca cermin yang cukup besar di depan lift, supaya perhatian para pelanggan teralihkan dari pekerjaan “menunggu” dengan harapan akan beraktivitas di depan cermin sehingga meraka merasa "tidak menunggu lift”. Dan ternyata ide tersebut berhasil.

Moral dari ketiga cerita tersebut adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang awam sekali pun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah. "Bila kita melihat pada apa yang tidak kita punya di dalam hidup kita, kita tidak akan memiliki apa-apa. Tetapi bila kita melihat pada apa yang ada di tangan kita, kita memiliki segalanya".

Uji Beras Plastik
Pemerintah bisa jadi sudah mengeluarkan dana tak sedikit untuk melakukan uji beras plastik ke BPOM. Begitu pula dengan SUCOFINDO yang sudah kita kenal sebagai perusahaan kredibel dalam uji komposisi material juga sudah mengeluarkan dana dan waktu yang tak sedikit. BPOM memberikan hasil negatif pada uji beras plastik, sementara sebaliknya, SUCOFINDO memberikan hasil positif, artinya ditemukan beras dengan komposisi dari plastik. Berikut adalah link beritanya: Hasil Lab Sucofindo dan BPOM soal Beras Plastik Beda

Masyarakat yang hidupnya sudah sulit dan was-was dengan isu beras plastik ini dibuat bingung lagi dengan kenyataan hasil riset yang berbeda dari kedua lembaga uji tersebut. Lalu bagaimana uji beras plastik yang paling mudah, sederhana dan tidak mahal tanpa harus ke laboratorium? Ada banyak rekomendasi dari berbagai kalangan untuk menguji beras plastik. Diantaranya adalah:
1. Memasukan beras ke dalam air (beras asli tenggelam, beras plastik mengambang).
2. Mematahkan beras (beras asli getas, beras plastik lentur).
3. Membakar atau menyeterika beras (beras asli gosong, beras plastik meleleh).
4. Menanak beras menjadi nasi (beras asli enak, beras plastik tak enak).

Ke empat metode itu dijamin sederhana, murah, dan murah. Persis seperti ketiga kisah yang saya angkat di atas. Silakan dipilih metode mana yang paling praktis.

Ada kisah nyata dari kasus beras plastik ini yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah. Karena kesimpangsiuran berita tentang beras plastik ini bisa menimbulkan kegaduhan di masyaarakat. Mahasiswi saya pernah berselisih paham dengan seorang penjual beras gara-gara kasus beras plastik ini. Bahkan sampai mereka meminta ada uji laboratorium. Dia menanyakan ke saya dimana bisa melakukan uji beras plastik. Saya sudah menyarankan untuk melakukan uji sederhana tersebut, tapi dia tetap ingin melakukan uji lab. Akhirnya saya menyarankan untuk ke Saraswati, sebuah perusahaan uji makanan yang menjadi rekanan BPOM. Kebetulan dia tinggal di bogor, maka saya sarankan untuk ke perusahaan tersebut yang alamatnya juga di bogor. Sucofindo terlalu jauh lokasinya dari rumah tinggalnya.

Lalu jika kembali ke SUCOFINDO dan BPOM yang sudah melakukan uji 'lebih' ngilmiah, mana yang lebih saya percaya ketika saya tidak punya dokumen dan data riset kedua lembaga uji tersebut? Jika sampel beras, metode uji, hasil, dan data riset lainnya tidak saya miliki, maka dengan semakin sulitnya pemerintah dipercayai, saya lebih memilih untuk tidak lebih percaya kepada lembaga yang lebih dekat dengan pemerintah.

Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan bahwa penyederhanaan solusi masalah adalah suatu hal yang penting di dalam kehidupan. Hidup menjadi sering terasa berat bagi orang-orang yang tidak terbiasa menyederhanakan hal yang mudah. Karena bisa jadi kesulitan adalah kemudahan yang tidak disederhanakan oleh diri kita sendiri. Begitu pula dengan kebahagiaan. Banyak orang yang sulit bahagia karena tidak mencoba menyederhanakannya.

Semoga kita semua menjadi orang-orang yang selalu berusaha mendapatkan kebahagiaan dari hal yang sederhana di setiap ruang dan waktu hidup kita yang salah satu caranya dengan menyederhanakan persoalan-persoalan hidup yang ada. Aamiin ...

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur”. (QS. Al Maa-idah/5. 6).

wallahu a'lam

About Rudi B. Rosidi

Skills: Multimedia Learning, Information Technology, Numerical Analysis. - Occupation: Business, Lecturer. - Employment: PT Softchip Computama Indonesia, CEO. - Official Website: www.kliksci.com. - Communities: IT Development, Midwifery Industries, Fatinistic.

No comments:

Post a Comment


Contact Form

Name

Email *

Message *

Follow by Email

Labels

Translate

Revolusi Akal dan Hati

Melewati sisi waktu yang tak terhenti, bernaung dalam ruang yang tak terbatas, untuk sebuah pemahaman yang tak berujung ...

Total Pageviews