Welcome to Kavtania's Blog

Melewati sisi waktu yang tak terhenti, bernaung dalam ruang yang tak terbatas, untuk sebuah pemahaman yang tak berujung ...
Follow Me

BELAJAR DARI SPASI



By  Rudi B. Rosidi     08:28    Labels:, 


Dalam sebuah postingan lawas di Facebook Tanggal 12 Juli 2011, saya pernah mengetik: "Sudahkah kita belajar dari spasi?" Saat itu saya tidak sempat menjelaskan apa yang bisa kita pelajari dan maknai dari sebuah makhluk bernama "spasi".

Karakter 'Spasi', entahlah siapa yang menggagas, ternyata jika dihayati akan memberikan pelajaran yang berharga tentang keberadaannya. Pernahkah kita membayangkan jika papan keyboard tidak memiliki spasi?

Mari kita renungkan. Fungsi utama karakter spasi adalah pemisah atau pemberi jarak atau jeda antara suatu kata dengan kata yang lain. Begitu pentingnya pemisah ini karena jika spasi tidak ada, maka kita tidak mengenal berbagai kata, dan akhirnya tidak mengenal berbagai kalimat. Yang ada hanya SATU kata saja.

Jika demikian, spasi pada akhirnya akan berfungsi sebagai pembeda arti. Posisi spasi menjadi amat sangat penting untuk membedakan makna dari sebuah kata atau juga kalimat Cobalah perhatikan judul tulisan ini, jika tidak ada spasi, maka kata BELAJARDARISPASI menjadi tak bermakna. Atau jika posisi spasi tidak sesuai dengan kebutuhan, maka makna kalimatnya pun akan berubah atau bahkan hilang, semisal menjadi: BELA JARDA RISPASI.

Spasi mungkin hanya dipandang sebagai makhluk tak berbentuk, hanya sebuah ruang kosong. Hanyalah sekedar jarak atau jeda. Namun perannya amat besar.

Jika dimaknai dalam aktivitas kehidupan, maka adanya jarak tidak mesti kita pandang sebagai sebuah beban. Adanya jarak justru menjadi kita lebih mudah memaknai banyak hal. Jarak telah menciptakan berjuta makna hidup. Adanya jarak atau jeda menjadi sangatlah penting dalam kehidupan. Bukan bermaksud untuk menjauh, tapi agar mampu menyampaikan makna sebuah interaksi dan pertemanan dalam menyusun kalimat-kalimat kehidupan yang lebih indah.

Kekasih yang menjauh atau teman yang menjauh dapat kita maknai sebagai pembeda. Kita bisa membedakan ketegasan sikap masing-masing orang, kita juga bisa memaknai pentingnya kebersamaan, atau kita bisa memaknainya pula tentang pentingnya memahami perbedaaan.

Sementara itu, ruang kosong dalam spasi, jika kita maknai dalam aktivitas kehidupan, bisa di analogikan sebagai berikut:

Keberadaan kita ditengah kehidupan sosial bisa jadi tak terlihat oleh banyak orang, namun jika orang-orang mampu mendapatkan manfaat yang banyak dari ketidaknampakan kita melalui pencerahan oleh kita tentang pembedaan hal baik dan hal buruk, maka bukankah kehadiran kita justru sudah memberikan berjuta makna bagi sebuah komunitas?

Pernahkah terfikir jika kita terus menerus bekerja atau terus menerus tidur atau terus menerus libur tanpa jeda di anataranya? Sungguh sangat membosankan.

Maka, belajar dan berlakulah seperti spasi. Walau 'sekedar' pemberi jarak atau pemberi jeda dan hanya berwujud' ruang yang kosong, namun keberadaannya memberikan berjuta makna.

“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashash [28]:73).

[Nukes, dalam suasana spasi yang cukup panjang]

About Rudi B. Rosidi

Skills: Multimedia Learning, Information Technology, Numerical Analysis. - Occupation: Business, Lecturer. - Employment: PT Softchip Computama Indonesia, CEO. - Official Website: www.kliksci.com. - Communities: IT Development, Midwifery Industries, Fatinistic.

No comments:

Post a Comment


Contact Form

Name

Email *

Message *

Follow by Email

Labels

Translate

Revolusi Akal dan Hati

Melewati sisi waktu yang tak terhenti, bernaung dalam ruang yang tak terbatas, untuk sebuah pemahaman yang tak berujung ...

Total Pageviews