Welcome to Kavtania's Blog

Melewati sisi waktu yang tak terhenti, bernaung dalam ruang yang tak terbatas, untuk sebuah pemahaman yang tak berujung ...
Follow Me

Temuan peneliti menunjukan kalau cebong atau berudu salah satu spesies katak mengeluarkan suara teriakan ketika mereka dalam keadaan tertekan.

Mereka hanya mengeluarkan suara, yang digambarkan dengan singkat, suara seperti logam dengan serangkaian nada, ketika dalam keadaan tertekan.

Ini adalah untuk pertamakalinya larva hewan bertulang belakang yang ditemukan menggunakan suara untuk berkomunikasi di bawah air.

Temuan kalau berudu katak bisa mengeluarkan suara juga meningkatkan kemungkinan kalau larva hewan air lainnya berkomunikasi dengan cara yang sama.

Suara tertekan dikeluarkan oleh berudu katak bertanduk Ceratophrys ornata yang tinggal di Argentina, Uruguay dan Brazil, demikian laporan peneliti di jurnal Acta Zoologica.

Peneliti Dr Guillermo Natale dari Universitas Nasional La Plata di Buenos Aires, Argentina, dan rekan-rekannya mempelajari tentang panggilan perkawinan yang dikeluarkan oleh katak dewasa.

Banyak amfibi dewasa yang menggunakan suara yang keras seperti bunyi kuak untuk menandakan kehadiran mereka dan sering dipakai untuk menarik lawan jenisnya.

Tetapi sampai sekarang, para peneliti belum menyadari kalau larva amfibi juga bisa mengeluarkan suara di dalam air.

Hal ini berubah ketika Dr Natale menemukan seekor berudu katak bertanduk mengeluarkan suara ketika ditangkap dengan jaring tangan dari sebuah kolam.

"Kami mendengar sebuah suara singkat, jelas dan bersuara seperti logam,'' katanya kepada BBC.

Berudu jenis C. ornata sangat sulit ditemukan di alam liar, sehingga peneliti menangkap sepasang katak dewasa dan memulai program pembiakan amfibi muda dalam penangkaran. Hal ini membantu peneliti untuk bisa meneliti lebih jauh tentang suara yang mereka dengar di lapangan.

Tim ini menemukan kalau berudu C. ornata secara alami bersifat agresif dan karnivora, sering memakan berudu dari spesies katak lainnya.

Bagaimanapun, ''Yang mengherankan kami adalah mereka tidak memakan berudu sendiri. Hal itu mungkin karena 'teriakan' yang dikeluarkan oleh berudu'' kata Dr Natale, yang juga asisten peneliti di Dewan Peneliti Argentina (Conicet).

Peneliti menemukan ketika berudu C. ornata menerima sentuhan dari atau tekanan dari obyek lain mereka akan mengeluarkan suara singkat, seperti suara logam dengan serangkaian frekuensi nada yang tinggi.

Setiap ''teriakan'' berdurasi 0.05 perdetik.Mengeluarkan suara tertekan sepertinta membantu berudu terbebas dari kanibalisme katak bertanduk C. ornata

Teriakan dalam air
Berudu memproduksi suara dengan menekan udara keluar dari paru-parunya.

Paru-parunya berkembang sejak dini untuk spesies ini, berudu berusia tiga hari mampu memancarkan sinyal suara tertekan yang keras.

Mereka terus mengeluarkan suara tertekan di dalam air baik ketika masih berupa berudu dan setelah mereka mulai berubah menjadi katak.

Berudu juga memproduksi suara ketika mereka dikeluarkan dari air.

Bahkan, ketika mereka dikeluarkan dari air, mereka semakin sering mengeluarkan suara tertekan. Hal ini bisa terjadi karena berudu bisa lebih mudah mendapatkan udara, yang bisa membuat mereka mengeluarkan suara.

"Berudu-berudu ini berkomunikasi dengan cara yang luar biasa'' kata Dr Natale. "Mereka memiliki strukur untuk melakukan hal itu sejak berusia tiga hari.''

Dia dan rekan-rekannya kini ingin mempelajari bagaimana dan mengapa kemampuan untuk mengembangkan kemampuan itu dengan cepat, dan bagaimana suara itu diartikan oleh berudu lainnya.

"Kami ingin tahu informasi spesifik apa yang mereka komunikasikan,'' katanya.

Tidak banyak larva dari beberapa spesies binatang diketahui mampu memproduksi suara.

Yang bisa melakukan itu kebanyakan adalah larva serangga yang hidup di tanah dan membuat suara ke udara bukan di dalam air.

Sebagai contoh anak dari salah satu spesies ulat bulu Antheraea polyphemus mengeluarkan suara ''klik'' dengan rahang bawahnya untuk memperingatkan adanya bahaya predator seperti semut.

Tapi sejauh yang bisa dijelaskan oleh para peneliti kalau berudu katak bertanduk adalah larva bawah air dan binatang bertulang belakang pertama yang mengeluarkan suara.

Penemuan ini bisa memberikan implikasi lebih jauh atas pemahaman terhadap tingkah laku dan ekologi amfibi, yang banyak diantaranya terancam oleh penyakit, perusakan habitat dan perdagangan liar.

"Kita jelas telah meremehkan kemampuan mereka'', kata Dr Natale.

"Lebih dari 200 tahun penelitian amfibi hal ini belum pernah dilaporkan''.

Sumber: BBC

Pendahuluan

Semua proyek pengembangan software profesional, menghasilkan sejumlah dokumentasi yang tidak kecil. Oleh karena itu, manajer dan software engineer harus memperhatikan permasalahan dokumentasi dan biaya-biaya yang timbul karenanya, disamping pengembangan software itu sendiri.

Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan proyek software dan sistem yang dikembangkan memiliki beberapa persyaratan:
1. Harus bisa menjadi media komunikasi antara anggota-anggota tim pengembang
2. Harus bisa menjadi gudang informasi tentang sistem yang dapat dipergunakan untuk kepentingan maintenance.
3. Harus bisa menyediakan informasi bagi manajemen yang dapat membantu dalam membuat perencanaan, pembiayaan dan penjadwalan dalam proses pengembangan software
4. Harus bisa memberitahu user bagaimana cara menggunakan dan mengoperasikan sistem tersebut.

Software engineer yang biasanya bertanggungjawab atas pembuatan hampir semua jenis dokumentasi yang ada pada pengembangan software walaupun kadang dibantu oleh penulis teknis profesional untuk memoles dokumen sebelum dirilis.

Di sini akan dijelaskan beberapa tipe dokumen yang mungkin ada dalam proyek pembuatan/pengembangan software, lalu pentingnya kualitas dari dokumen yang dihasilkan dan struktur, standar serta gaya penulisan yang tepat untuk suatu dokumen.

Dokumentasi Proses dan Dokumentasi Produk

Pada proyek software yang besar, beberapa dokumen biasanya telah dihasilkan bahkan sebelum proses pengembangan/pembuatan dimulai. Seperti adanya proposal untuk pembuatan sistem/software tertentu sebagai jawaban dari permintaan klien ataupun strategi bisnis. Berikutnya adalah dokumen requirement yang komprehensif yang mendefinisikan fitur-fitur yang dibutuhkan atau perilaku sistem yang diharapkan dari suatu sistem.

Selama proses pengembangan sendiri, ada banyak jenis dokumen yang dapat dihasilkan, rencana proyek, spesifikasi desain, rencana pengetesan, dan lain-lain. Beberapa dokumen yang diproduksi dalam proyek dapat dikategorikan dalam 2 kelas yang berbeda:

1. Dokumentasi proses; Dokumen-dokumen ini merekam proses pengembangan dan maintenance. Rencana-rencana, jadwal-jadwal, dokumen kualitas proses, standar organisasi dan standar proses merupakan dokumentasi proses.
2. Dokumentasi produk; Dokumentasi ini menggambarkan produk yang sedang dikembangkan. Dokumentasi sistem menjelaskan produk dari sudut pandang teknis dalam mengembangkan dan memelihara sistem. Dokumentasi user menyediakan penjelasan produk yang berorientasi pada user.

Dokumentasi proses dibuat agar pengembangan suatu sistem/software dapat di manajemen dengan baik. Dokumentasi produk digunakan setelah sistem/software selesai atau operasional tetapi juga dapat berguna bagi manajemen proses pengembangan sistem, dalam kasus perbaikan atau revisi suatu sistem/software.

1. Dokumentasi Proses

Agar manajemen dapat efektif, dibutuhkan suatu kejelasan pada proses-proses yang akan dikelola. Karena software merupakan suatu hal yang non fisik dan proses pembuatan software juga merupakan tugas-tugas pemikiran yang tidak terlihat fisik, salah satu cara agar membuat jadi jelas adalah dengan menggunakan dokumentasi.

Ada beberapa kategori dokumentasi proses:
1. Perencanaan, perkiraan dan penjadwalan. Merupakan dokumen yang dibuat oleh manajer yang digunakan untuk memprediksi dan mengontrol proses software.
2. Laporan / Reports . Merupakan dokumen yang mencatat bagaimana sumber dayasumber daya digunakan selama proses pengembangan.
3. Standar. Dokumen – dokumen ini menentukan bagaimana seharusnya suatu proses diimplementasikan. Ada berbagai macam standar mulai dalam lingkup organisasi, nasional bahkan internasional.
4. Lembar kerja/ working paper. Sering kali merupakan dokumen komunikasi teknis utama dalam suatu proyek. Mereka merekam ide-ide dan pikiran-pikiran para engineer yang bekerja dalam proyek, yang merupakan dokumentasi produk versi sementara yang menjelaskan strategi pengimplementasian dan penentuan masalah yang telah diidentifikasi. Seringkali dokumen ini mencatat alasan-alasan pemilihan suatu keputusan dalam desain.
5. Memo dan surat/pesan elektronik. Dokumen yang merekam rincian komunikasi sehari-hari antara manajer dan development engineer.

Karakteristik utama dari dokumentasi proses adalah hampir semuanya akan menjadi kadaluarsa. Banyak informasi yang akan menjadi tidak berguna apabila telah terlewati dan normalnya tidak ada kepentingan untuk tetap menyimpannya setelah sistem/software telah jadi, seperti jadwal / perencanaan pembuatan. Bagaimanapun juga tetap ada beberapa dokumentasi proses yang berguna apabila ada perubahan software yang diinginkan, seperti hasil testing dan lembar kerja yang mencatat alasan-alasan kenapa suatu desain dipilih dalam pembuatan suatu sistem.

2. Dokumentasi Produk

Dokumentasi produk berkenaan dengan gambaran suatu produk software/sistem yang telah jadi. Tidak seperti dokumentasi proses, dokumentasi produk biasanya berguna untuk waktu yang lebih lama, selama produk tersebut masih digunakan. Dokumentasi produk melingkupi user documentation yang memberitahu pengguna bagaimana cara mengoperasikan produk software, dan system documentation yang utamanya diperuntukkan bagi teknisi maintenance.


2.1 User Documentation
Pengguna dari suatu software/sistem tidaklah dapat disamaratakan. Merupakan suatu hal yang penting untuk membedakan antara end-user dengan system administrator.
1. End-user menggunakan software sebagai alat bantu untuk mengerjakan suatu tugas, menulis sebuah buku, mengelola keuangan, bahkan menerbangkan pesawat. Mereka ingin tahu seberapa software dapat memudahkan pekerjaan mereka tetapi tidak ingin tahu detail teknis tentang software tersebut.
2. System administrator bertanggung jawab mengelola dan memelihara software yang digunakan oleh end-user. Dapat berupa operator, network manager, hingga master teknis yang memecahkan segala permasalahan end-user berkaitan dengan software, atau juga penghubung antara user dengan software developer.

Gambar 1. Tipe-tipe User Documentation
Untuk memenuhi kebutuhan berbagai macam user beserta keahliannya yang masing-masing berbeda, paling tidak ada 5 macam dokumen yang harus diikutsertakan dalam penyerahan suatu produk software/sistem:

1. Functional description of software/system

  • Secara singkat menggambarkan kebutuhan sistem untuk menjalankan program
  • Servis-servis yang dimiliki (fitur2) aplikasi
  • Gambaran umum dr aplikasi (abstraksi)
  • User dapat menentukan apakah aplikasi benar-benar dibutuhkan hanya dengan membaca functional description dan introductory manual.

2. The system installation document

  • Diperuntukan bagi system administrator.
  • Menyediakan informasi mendetail bagaimana cara menginstall system di lingkungan system yang spesifik.
  • Mencantumkan gambaran file-file apa yang membentuk suatu sistem/aplikasi.
  • Persyaratan minimum dari hardware yang dibutuhkan.
  • File-file(aplikasi) yang harus ada sebelum sistem diinstall
  • Cara memulai system/aplikasi
  • Cara mengkonfigurasi aplikasi agar berjalan dengan system yang telah ada
  • Adanya installer otomatis untuk aplikasi-aplikasi sekarang membuat para pembuat S/W memandang tidak perlu adanya dokumen ini, padahal pada kenyataannya dokumen instalasi ini masih dibutuhkan agar para System manager dapat menemukan dan memecahkan sumber masalah jika ada problem pada waktu instalasi.

3. The introductory manual

  • Menyediakan pengenalan tentang system/aplikasi yang menggambarkan fungsi/penggunaan umum dari system/aplikasi tersebut.
  • Menjelaskan cara memulai menggunakan program
  • Menjelaskan bagaimana para user dapat menggunakan fungsi-fungsi umum yang dimiliki aplikasi disertai ilustrasi dan contoh bebas.
  • Mencantumkan kesalahan-kesalahan yang umum/sering dilakukan oleh user dan cara menyelesaikannya.

4. The system reference manual

  • Menjelaskan semua kegunaan dan fungsi yang dimiliki system/aplikasi
  • Mencantumkan semua pesan kesalahan yang dimiliki sistem dan cara mengatasinya secara lengkap dan detail
  • Penggunaan bahasa resmi dan teknik bisa digunakan
  • Mencantumkan secara lengkap fitur dan cara operasional dari system/aplikasi

5. System administrator guide

  • Installation + system reference manual.
2.2 System Documentation
System Documentation mencakup semua gambaran sistem itu sendiri mulai dari spesifikasi kebutuhan hingga hasil pengetesan yang dapat diterima (final acceptance test plan). Dokumen-dokumen yang menggambarkan bagaimana desain, implementasi dan pengetesan suatu sistem merupakan dokumen penting untuk bisa memahami dan memaintain software tersebut.
Untuk suatu sistem besar yang dikembangkan dalam rangka memenuhi spesifikasi kebutuhan dari pelanggan, sistem documentation harus mencakup:
1. Dokumen yang mencatat kebutuhan pelanggan dan alasan-alasannya.
2. Dokumen yang menggambarkan arsitektur dari sistem
3. Untuk setiap program yang ada pada sistem, gambaran arsitektur dari program tersebut.
4. Untuk setiap komponen sistem, gambaran dari fungsionalitas/kegunaan dan interfaceinterfacenya.
5. Listing kode program. Harus disertai komentar-komentar yang dapat menjelaskan bagian-bagian program yang kompleks beserta alasan penggunaan metode pengkodean tersebut. Apabila penamaan yang baik dan struktur pemrograman yang baik telah digunakan, listing kode tersebut akan lebih mudah dipahami tanpa memerlukan komentar tambahan.
6. Dokumen validasi. Menjelaskan bagaimana setiap program divalidasi dan kaitannya dengan spesifikasi kebutuhan yang diinginkan oleh pelanggan.
7. Panduan sistem maintenance, yang menjelaskan permasalahan-permasalahan yang telah diketahui dapat terjadi pada sistem.
Gambar 2. Klasifikasi dokumentasi software / system

Kualitas Dokumen

Banyak sekali dokumentasi sistem komputer ditulis dengan kualitas yang rendah, yaitu sulit dimengerti, out of date dan tidak lengkap. Kualitas dokumen merupakan hal yang sama pentingnya dengan kualitas software. Tanpa adanya informasi bagaimana suatu software dapat digunakan atau dipahami, kegunaan suatu software akan menurun. Untuk mendapatkan dokumentasi yang berkualitas dibutuhkan komitmen pada desain dokumen, standar dan proses penjaminan kualitas. Membuat dokumen yang baik tidak mudah dan murah, serta banyak software engineer yang kesulitan untuk membuat dokumentasi yang berkualitas.

1. Struktur Dokumen

Struktur dokumen adalah suatu cara di mana materi dalam dokumen diorganisasikan dalam bab-bab, sub bab – sub bab, dan sub sub bab – sub sub bab. Struktur dokumen memiliki dampak yang besar dalam daya guna dokumen dan sangat penting untuk didesain terlebih dahulu dalam pembuatan suatu dokumen. Sama seperti sistem software, kita harus mendesain struktur dokumen sedemikian rupa sehingga bagian-bagian yang berbeda benar –benar independent. Sehingga setiap bagian dapat dibaca sebagai item tunggal secara terpisah.

Struktur dokumen yang baik dan benar juga dapat memudahkan pembaca untuk mencari informasi yang benar-benar diperlukan. Berdasarkan standar IEEE untuk user documentation, struktur dokumentasi sebaiknya memiliki komponen-komponen antara lain:
a. Identifikasi data; data seperti judul dan identifier dapat mengidentifikasikan dokumen secara unik.
b. Daftar isi; berisi nama bab/sub bab dan nomor halaman.
c. Daftar Ilustrasi; berisi nomor ilustrasi dan nomor halamannya.
d. Introduction/pengantar; menjelaskan tujuan dari dokumen dan ringkasan singkat tentang isi dari dokumen.
e. Informasi penggunaan dokumen; saran bagi berbagai macam pembaca tentang bagaimana menggunakan dokumen secara efektif.
f. Konsep operasi; penjelasan latarbelakang konseptual untuk menggunakan software.
g. Prosedur; petunjuk penggunaan software.
h. Informasi perintah dalam software; penjelasan tiap perintah yang ada pada software.
i. Pesan kesalahan dan pemecahannya; penjelasan bagaimana suatu error/kesalahan yang dapat terjadi pada program ditampilkan dan bagaimana cara mengatasinya.
j. Glossary; definisi dari penggunaan istilah khusus.
k. Sumber informasi terkait; referensi ke dokumen lain yang dapat menyediakan informasi tambahan
l. Fitur navigasi; fitur yang dapat digunakan pembaca lokasi yang sedang dibaca dan bagaimana berpindah ke bagian lain dari dokumen.
m. Index; daftar kata-kata kunci dan halaman dimana kata tersebut dipakai.
n. Kemampuan pencarian; pada dokumen elektronik /digital , suatu cara mencari kata yang digunakan dalam dokumen.

Dari berbagai macam metode strukturisasi dokumen, ada pedoman minimal dalam struktur dokumen yang sebaiknya diikuti:
1. Semua dokumen, tidak peduli seberapa pun banyaknya, harus memiliki halaman kover yang mengidentifikasikan proyek, nama dan jenis dokumen, pengarang, tanggal pembuatan dokumen, informasi penjaminan kualitas, peruntukan dokumen dan tingkat kerahasiaan dokumen.
2. Dokumen yang lebih dari beberapa halaman, harus dibagi menjadi bab-bab dan sub bab. Memiliki daftar isi, menggunakan penomoran bab dan sub bab yang konsisten. Setiap bab memiliki penomoran halaman terpisah, sehingga memudahkan apabila ada perubahan di salah satu bab saja, tidak perlu melakukan perubahan nomor halaman di keseluruhan dokumen.
3. Apabila dokumen memiliki banyak penjelasan detil, informasi referensi harus diberi index.
4. Apabila dokumen diperuntukkan pembaca yang memungkinkan pengetahuannya berbeda, glossary perlu ditambahkan untuk menjelaskan istilah-istilah teknis dan akronim yang digunakan di dokumen.
Struktur dokumen sering kali ditentukan di awal dan dimasukkan dalam standar dokumentasi. Hal ini memudahkan dalam konsistensi pembuatan dokumen dalam suatu proyek.

Gambar 3. Contoh halaman kover dokumen

2. Standar Dokumen

Standar dokumen merupakan dasar untuk melakukan penjaminan kualitas suatu dokumen. Dokumen yang dibuat berdasarkan standar yang benar akan memiliki tampilan, struktur dan kualitas yang konsisten. Standar yang digunakan pada proses dokumentasi adalah:
1. Standar proses. Mendefinisikan proses yang harus diikuti untuk menghasilkan dokumen yang berkualitas tinggi.
2. Standar produk. Standar yang mengatur dokumen itu sendiri.
3. Standar pertukaran / interchange standards. Merupakan hal yang penting untuk dapat bertukar dokumen melalui email dan menyimpannya dalam suatu database. Standar pertukaran menjaga agar setiap dokumen dapat kompatibel.

a. Standar Proses
Standar proses mengatur pendekatan / metode yang harus dilakukan dalam membuat suatu dokumen. Secara umum hal ini biasanya dengan menentukan software yang digunakan dalam menulis suatu dokumen dan prosedur penjaminan kualitas yang dapat dilakukan untuk mengukur kualitas dokumen yang dihasilkan.

Standar penjaminan kualitas dokumen harus fleksibel dan dapat mencakup semua tipe dokumen yang ada dalam proyek. Dalam beberapa kasus memang tidak perlu diterapkan standar penjaminan kualitas dokumen, seperti pada dokumen lembar kerja atau memo.

b. Standar Produk
Produk standar berlaku untuk semua dokumen yang diproduksi oleh pengembang software. Dokumen harus memiliki tampilan yang konsisten, dan setiap jenis/kategori dokumen harus memiliki struktur yang konsisten.

Beberapa standar yang seharusnya diperhatikan :
1. Document Identification standard
Proyek-proyek besar biasanya memproduksi sampai ribuan dokumen. Setiap dokumen harus memiliki identifikasi yang unik yang mengikuti aturan yang ditetapkan organisasi.

2. Document structure standard
Setiap kategori dokumen yang dihasilkan suatu organisasi harus memiliki struktur yang tetap/konsisten yang telah ditetapkan. Termasuk didalam struktur dokumen adalah penggunaan format penomoran halaman, header dan footer, penomoran bab dan sub-bab dan lain-lain.

3. Document presentation standards
Mengatur style tampilan dari dokumen, termasuk di dalamnya jenis huruf yang digunakan, cover, pewarnaan, penggunaan logo dan nama perusahaan dan lain-lain.

4. Document update standards
Dokumen dapat berubah dalam perkembangannya, cara yang konsisten dalam suatu update harus diatur dalam suatu proses dokumentasi. Perubahan harus teridentifikasi dan tercatat, penggunaan versi harus ada untuk mengetahui sejarah perubahan.

c. Interchange Standar
Standar pertukaran dokumen semakin penting seiring dengan semakin banyaknya dokumentasi yang dibuat dalam format elektronik / digital selain dengan media cetak atau kertas.

Pembuatan dokumen elektronik menggunakan Adobe Portable Document Format (PDF) semakin umum digunakan. Bagaimanapun juga, pertukaran dokumen antar anggota tim pengembang dalam satu organisasi/perusahaan sering kali menggunakan format word processor umum (Microsoft Word atau Open Office Word).

Dengan asumsi penggunaan standar dari word processor atau graphic editor telah ditentukan pada standar proses, yang ditentukan dalam standar pertukaran adalah konvensi/kaidah-kaidah yang harus digunakan dalam penulisan dokumen menggunakan word processor atau graphic editor tersebut. Seperti logo/simbol tertentu untuk menyatakan suatu hal, pembatasan font, penggunaan style tertentu dalam word processor, dan penggunaan macro standar.

3. Gaya Penulisan

Secara umum, untuk menghasilkan dokumentasi yang berkualitas, beberapa pedoman dalam gaya penulisan dokumen yang dapat diikuti adalah sebagai berikut :
1. Penggunaan kalimat aktif
2. Penggunaan tata bahasa dan ejaan yang tepat
3. Kurangi kalimat-kalimat yang panjang
4. Kurangi paragraf yang panjang
5. Tidak bertele-tele
6. Gunakan dan definisikan istilah secara tepat
7. Ulangi penjelasan untuk hal yang rumit dengan bahasan yang berbeda
8. Gunakan judul bab dan sub bab
9. Menggunakan bullets/items dibanding penjelasan dengan kalimat
10. Tidak mereferensikan informasi hanya dengan nomer referensi saja

4. Dokumentasi Online

Saat ini sudah banyak ditemui pemberian dokumentasi online bersama-sama dengan pelepasan suatu produk sistem/software. Dokumentasi online tersebut bisa dalam bentuk file ‘read me’ yang berisi informasi terbatas dan sederhana, sampai dalam bentuk dokumentasi interaktif berbasis hypertext yang menginformasikan secara lengkap segala sesuatu tentang software yang bersangkutan. Yang paling umum dijumpai tentang dokumentasi online suatu software adalah dalam bentuk sistem bantuan berbasis hypertext.

Keuntungan utama penggunaan dokumentasi online tentunya adalah dari sisi aksesibilitas/kemudahan akses informasi. User tidak perlu lagi mencari-cari dokumen yang tepat untuk mencari informasi, menghilangkan kemungkinan mengambil dokumen yang tidak up-to-date, dan kalau ada fasilitas pencarian bisa digunakan untuk menemukan informasi yang tepat dalam waktu yang cepat. Bagaimanapun ada beberapa kerugian pada sistem dokumentasi hypertext sehingga seharusnya mereka tidak sepenuhnya mengganti dokumen cetak, tetapi cukup sebagai pelengkap dokumen cetak. Antara lain karena pada sistem dokumentasi hypertext:
  • Tidak memiliki kemudahan pembacaan, sehingga pembaca tidak gampang membaca sepintas keseluruhan isi dokumen untuk mencari informasi yang dicari. Karena pembaca sering kali mempunyai kesulitan untuk mengkategorikan/mengkarakterisasi informasi yang mereka inginkan dari suatu dokumentasi, walaupun pada saat menemukannya /membacanya mereka tahu bahwa informasi itulah yang mereka cari. Pembacaan sepintas terhadap keseluruhan dokumentasi adalah mekanisme kunci untuk solusi pembaca yang seperti ini, bahkan seringkali secara kebetulan pembaca juga menemukan fasilitas lain dari software yang juga dapat mereka gunakan dengan cara pembacaan sepintas tapi menyeluruh seperti ini.
  • Menggunakan layar monitor/lcd, yang memiliki resolusi yang lebih rendah bila dibandingkan dengan dokumentasi cetak/fisik. Pembaca juga seringkali merasakan kesulitan dan cepat lelah bila membaca secara online.
  • Pembaca sering kali ‘tersesat’ dalam sistem dokumentasi berbasis hypertext, tanpa ada navigasi sistem yang jelas.
Oleh karena itu pada saat kita mendesain suatu dokumentasi online, harus memperhatikan permasalahan-permasalahan tersebut di atas. Walaupun dokumentasi cetak dan online sama-sama harus memperhatikan penulisan, desain yang untuk dokumentasi cetak dan online harus berbeda. Karena perbedaan karakteristik yang dibutuhkan untuk dokumentasi cetak dan online, konversi sederhana dari dokumen yang dibuat dalam word processor ke dalam bentuk HTML jarang sekali langsung menghasilkan dokumentasi online berkualitas tinggi.

Persiapan Dokumen

Persiapan Dokumen adalah suatu proses pembuatan dokumen dan proses pemformatan dokumen tersebut untuk publikasi. Pada gambar 4 dapat dilihat proses persiapan dokumen yang dibagi menjadi 3 tahap: pembuatan dokumen (document creation), penyempurnaan (polishing), dan produksi (production).
Gambar 4. Proses Persiapan Dokumen
Software word processing yang modern saat ini sudah banyak yang menyediakan perangkat lengkap untuk menyelesaikan keseluruhan proses tersebut. Tetapi untuk menghasilkan kualitas tertinggi dari suatu dokumen, sebaiknya kita tidak hanya menggunakan satu software saja untuk menyelesaikan keseluruhan tahap dalam proses persiapan dokumen.

Tahap-tahap proses persiapan dokumen dibagi menjadi 3, yaitu:
1. Document creation.
Merupakan masukan informasi awal pada dokumen. Bisa dilakukan dengan menggunakan word processor, table and equation processor, drawing and art packages.

2. Document polishing.
Proses yang melakukan perbaikan dalam penulisan dan penampilan suatu dokumen agar menjadi lebih mudah dimengerti dan dibaca. Melibatkan proses perbaikan kesalahan tulis dan tata bahasa, pencarian frase-frase yang janggal, dan penghapusan perulangan teks yang tidak perlu. Bisa dilakukan dengan software online dictionaries, spelling checker, grammar and style checker.

3. Document production
Merupakan proses yang mempersiapkan dokumen untuk siap dicetak secara profesional.

Penulis: Arief Prasetyo


Elang adalah hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu pelepah. Sebagai burung, elang berkembang biak dengan cara bertelur yang mempunyai cangkang keras di dalam sarang yang dibuatnya. Ia menjaga anaknya sampai mampu terbang.

Elang merupakan hewan pemangsa. Makanan utamanya hewan mamalia kecil seperti tikus, tupai, kadal, ikan dan ayam, juga jenis-jenis serangga tergantung ukuran tubuhnya. Terdapat sebagian elang yang menangkap ikan sebagai makanan utama mereka.Biasanya elang tersebut tinggal di wilayah perairan. Paruh elang tidak bergigi tetapi melengkung dan kuat untuk mengoyak daging mangsanya. Burung ini juga mempunyai sepasang kaki yang kuat dan kuku yang tajam dan melengkung untuk mencengkeram mangsa serta daya penglihatan yang tajam untuk memburu mangsa dari jarak jauh tak terkira.

Elang mempunyai sistem pernapasan yang baik dan mampu untuk membekali jumlah oksigen yang banyak yang diperlukan ketika terbang. Jantung burung elang terdiri dari empat bilik seperti manusia. Bilik atas dikenal sebagai atrium, sementara bilik bawah dikenali sebagai ventrikel.

Di dunia ini ada banyak sekali jenis burung elang, di Indonesia sendiri terdapat sekitar 21 jenis burung elang yang masuk ke dalam kategori hewan yang hampir punah. Berikut daftarnya:

  • Elang Hitam
  • Elang Brontok
  • Elang Jawa
  • Elang-ular Bido
  • Elang-ular Jari Pendek
  • Elang Buteo
  • Elang Gunung
  • Garuda
  • Elang Sulawesi
  • Elang Wallace
  • Elang Flores
  • Elang-laut Perut Putih
  • Elang Bondol
  • Elang-ikan Kepala Abu
  • Elang-ikan Kecil
  • Elang Perut Karat
  • Elang Tikus
  • Elang Paria
  • Rajawali Kuskus
  • Rajawali Tutul
  • Elang emas

Elang dalam kehidupan manusia sering dijadikan simbol semangat pantang menyerah, perlindungan, kecepatan, kekuatan dan kekuasaan di udara. Beberapa negara bahkan menggunakan elang sebagai lambang negara.

Berikut 5 fakta tentang burung elang yang diambil dari beberapa sumber:

1. Elang adalah hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu pelepah. Sebagai burung, elang berkembang biak dengan cara bertelur yang mempunyai cangkang keras di dalam sarang yang dibuatnya. Ia menjaga anaknya sampai mampu terbang.

2. Elang memiliki mata yang tajam dan mampu terbang hingga ketinggian ribuan meter. Mata elang bersudut pandang 300 derajat dan mampu memperbesar penampakan benda enam hingga delapan kali dari penampakan awalnya. Pada ketinggian 4.300 meter, elang dapat melihat 30.000 hektar daerah di sekelilingnya. Pada ketinggian 1.500 meter, elang dapat melihat gerakan atau perbedaan warna benda untuk menentu-kan letak mangsanya.

3. Elang merupakan hewan pemakan daging. Makanan utamanya hewan mamalia kecil seperti tikus, tupai, kadal, ikan dan ayam, juga jenis-jenis serangga tergantung ukuran tubuhnya. Terdapat sebagian elang yang menangkap ikan sebagai makanan utama mereka. Namun elang tidak memakan bangkai.

4. Elang mempunyai sepasang kaki yang kuat dan kuku yang tajam dan melengkung untuk mencengkeram mangsa serta daya penglihatan yang tajam untuk memburu mangsa dari jarak jauh tak terkira.

5. Elang mempunyai sistem pernapasan yang baik dan mampu untuk membekali jumlah oksigen yang banyak yang diperlukan ketika terbang. Jantung burung elang terdiri dari empat bilik seperti manusia. Bilik atas dikenal sebagai atrium, sementara bilik bawah dikenali sebagai ventrikel.
Ramadhan telah tiba. Yang sulit bangun ketika sahur dapat menggunakan alarm untuk membantu membangunkan. Buat rekan-rekan yang ingin merubah ringtone alarm pada Windows 10, bisa menyimak langkah-langkahnya seperti pada video berikut:


Pastikan tipe file yang digunakan untuk ring tone alarm berekstensi *.wav. Semoga bermanfaat.

sesaat engkau hadir pada kesunyian hati
sejenak ujarmu menyiratkan kedewasaan jiwa
walau jarak menghalau peraduan pandangan
dan waktu menggenggam hikayat berbeda,
namun bahasa hati seakan berangguk pelan mengiyakan kesamaan makna hidup

lalu ...
tiba-tiba jemari lentikmu melangkah perlahan menyusun huruf dan kata
bait-bait sederhana pun dengan tulus menawarkan cerita indah tentang rindu dan harapan
harapan itu begitu indah bagai kidung syahdu di senyap dunia
harapan itu begitu suci bagai buku takdir tak ternoda
harapan itu begitu tegas bagai tangkai kehidupan di taman surga
dan harapan itu adalah kerinduanmu pada Sang Kekasih hati ...

wahai gadis yang mensucikan dan disucikan,
mohon ampunlah ketika hati mencoba melampaui takdirmu
karena masa depan tak kan lepas dalam genggaman-Nya
karena Dialah kebenaran dan pemilik rahasia sejati

melangkahlah perlahan pada tangga kefahaman tuk menemukan kebenaran hakiki
sisihkan lebih banyak ruang dan waktu tuk mengabaikan suara sumbang tentangmu
... yang membisikkan ringkihnya onggokan bumimu ...

bahkan mungkin kau sering tersadarkan
bahwa mereka tak lebih dari pengumbar keangkuhan keterbatasan akal hati
bukankah kerendahan hatimu lebih kuat mencahayakan tentang arti kehidupan?

dan malam ini ... rindu dan harapanmu kembali terlelap dalam mimpi
ingatkah engkau, siapakah pemegang jiwa ketika mimpi menyelimuti diri?

maka bersegeralah menata akal, hati, rindu dan harapan ...
agar engkau semakin yakin, jiwa-jiwa kecil penyemangat hidupmu menjadi lebih bergairah ...
karena kelak mereka akan menjadi goresan-goresan lukisan indah hidupmu
yang dapat kau saksikan tidak sekedar dalam dongeng rindu dan harapan ...

Apakah yang di maksud dengan Service Management?

Service atau  layanan merupakan sarana penyampaian nilai kepada pelanggan dengan memfasilitasi hasil yang ingin pelanggan untuk mencapai tanpa kepemilikan biaya dan risiko spesifik.sementara itu,Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan dengan cara mengatur, membimbing, mengarahkan orang lain untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

Service Manajemen  adalah seperangkat kemampuan organisasi khusus untuk memberikan nilai kepada pelanggan dalam bentuk layanan. fungsi dan peran yang menggunakan penyedia layanan dalam memberikan layanan kepada pelanggan mereka, serta kemampuan untuk membangun struktur organisasi yang cocok, mengelola pengetahuan, dan memahami bagaimana memfasilitasi hasil yang menciptakan nilai. Service Management (Layanan Manajemen) dapat dikatakan sebagai suatu profesi yang memerlukan ketrampilan dan kedisiplinan yang cukup tinggi.

Selain itu, profesi berusaha untuk menggunakan pengaruhnya melalui pengembangan pedoman praktek yang baik dan saran untuk meningkatkan standar kinerja di bidangnya diberikan.Service Manajemen memiliki hak yang jelas untuk menganggap dirinya sebagai sebuah profesi karena didukung oleh komunitas global ditarik dari semua sektor pasar. Ada tubuh yang kaya pengetahuan dan pengalaman termasuk skema formal untuk pendidikan individu.

ITIL Framework

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library (Bahasa Inggris, diterjemahkan Pustaka Infrastruktur Teknologi Informasi), adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan TI. Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detail tentang beberapa praktik TI penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi TI.

ITIL memberikan panduan tentang bagaimana aspek yang berbeda dari solusi dapat dikembangkan.Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) dan Kantor Kabinet, dengan kerjasama dari kelompok pengguna independen ITSMF (IT Service Management Forum), mereka telah berkomitmen untuk menjaga standar dan kerangka kerja agar lebih selaras.Namun, pada dasarnya tetap saja terdapat tujuan yang berbeda sehingga tidak mungkin standar dan kerangka kerja akan benar benar selarsas.ITIL memiliki komponen-komponen berikut:

  • ITIL Core: Publikasi menggambarkan praktek terbaik generik yang berlaku untuk semua jenis organisasi yang memberikan layanan kepada bisnis.
  • ITIL Pelengkap Bimbingan: Satu set publikasi dengan bimbingan khusus untuk sektor industri, jenis organisasi, model operasi dan arsitektur teknologi.
  • Service Support: yaitu aktifitas yang dilaksanakanminimal setiap hari
  • Service Delivery:  kegiatan yang dilakukan miminal dalam jangka waktu yang lebih lama setahun atau sebulan

Tujuan ITIL

Kelima hal berikut merupakan petunjuk dalan manajemen layanan teknologi informasi
1. Service Strategy
Perencanaan untuk membangun kemampuan service management dan penyelarasan layanan dan strategi bisnis. berikut merupakan proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy adalah:

  • Service Portfolio Management
  • Financial Management
  • Demand Management

2. Service Design
Tahap ini berisi prinsip dan metode desain untuk mengkonversi tujuan strategis s organisasi TI umumnya dapat  menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.Ruang lingkup Service Design tidak hanya merancang dan mengembangkan layanan TI yang sesuai, termasuk arsitektur, proses, kebijakan dan dokumen, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:

  • Service Catalog Management
  • Service Level Management
  • Supplier Management
  • Capacity Management
  • Availability Management
  • IT Service Continuity Management
  • Information Security Management

3. Service Transition
Mengembangkan kemampuan dalam transisi layanan baru dan layanan modifikasi desain untuk dijadikan produksi.Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:

  • Transition Planning and Support
  • Change Management
  • Service Asset & Configuration Management
  • Release & Deployment Management
  • Service Validation
  • Evaluation
  • Knowledge Management

4. Service Operation
Tahap pencapaian untuk mendukung efektivitas dan efisiensi dalam memberikan layanan agar dapat memastikan adanya nilai bagi pelanggan dan penyedia layanan.

5. Continual Service Improvement
Fase menciptakan dan memelihara nilai bagi pelanggan dengan perbaikan desain, dan pengenalan layanan dan operasi.

Service Management sebagai Aset Strategis

Penggunaan ITIL dapat merubah Service Management  menjadi aset strategis, dengan memberikan Service Management menjadi dasar bagi kompetensi inti, kinerja khusus dan keuntungan tahan lama, serta meningkatkan potensi penyedia layanan dari:

  • Kapabilitas: kemampuan penyedia layanan untuk mengkoordinasikan, mengendalikan dan menyebarkan sumber daya.
  • Sumber daya: pemasukan langsung untuk memproduksi layanan, misalnya keuangan, modal, infrastruktur, aplikasi, informasi dan orang‐orang

Sumber:
IT ServIce ManageMenT A Guide for ITIL® Foundation Exam Candidates Second Edition Ernest Brewster, Richard Griffiths, Aidan Lawes and John Sansbury
https://artxmarket.wordpress.com/2010/03/24/information-technology-infrastructure-library-itil/
https://id.wikipedia.org/wiki/ITIL
http://hornhoward.blogspot.co.id/?zx=6f4b6e3d48b972cf

Control Objective for Information & Related Technology (COBIT) adalah sekumpulan dokumentasi best practice untuk IT Governance yang dapat membantu auditor, pengguna (user), dan manajemen, untuk menjembatani gap antara resiko bisnis, kebutuhan kontrol dan masalah-masalah teknis IT (Sasongko, 2009).

COBIT mendukung tata kelola TI dengan menyediakan kerangka kerja untuk mengatur keselarasan TI dengan bisnis. Selain itu, kerangka kerja juga memastikan bahwa TI memungkinkan bisnis, memaksimalkan keuntungan, resiko TI dikelola secara tepat, dan sumber daya TI digunakan secara bertanggung jawab (Tanuwijaya dan Sarno, 2010).

COBIT merupakan standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai framework IT audit karena dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar di hampir seluruh negara. Dimana di setiap negara dibangun chapter yang dapat mengelola para profesional tersebut.

1. KERANGKA KERJA COBIT
Kerangka kerja COBIT terdiri atas beberapa arahan/pedoman, yakni:

Control Objectives
Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat-tinggi (high-level control objectives) yang terbagi dalam 4 domain, yaitu : Planning & Organization , Acquisition & Implementation , Delivery & Support , dan Monitoring & Evaluation.

Audit Guidelines
Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendalian yang bersifat rinci (detailed control objectives) untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance dan/atau saran perbaikan.

Management Guidelines
Berisi arahan, baik secara umum maupun spesifik, mengenai apa saja yang mesti dilakukan, terutama agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :

  • Sejauh mana TI harus bergerak atau digunakan, dan apakah biaya TI yang dikeluarkan sesuai dengan manfaat yang dihasilkannya.
  • Apa saja indikator untuk suatu kinerja yang bagus.
  • Apa saja faktor atau kondisi yang harus diciptakan agar dapat mencapai sukses ( critical success factors ).
  • Apa saja risiko-risiko yang timbul, apabila kita tidak mencapai sasaran yang ditentukan.
  • Bagaimana dengan perusahaan lainnya, apa yang mereka lakukan.
  • Bagaimana mengukur keberhasilan dan bagaimana pula membandingkannya.


2. MANFAAT dan PENGGUNA COBIT
Secara manajerial target pengguna COBIT dan manfaatnya adalah :

Direktur dan Eksekutif
Untuk memastikan manajemen mengikuti dan mengimplementasikan strategi searah dan sejalan dengan TI.

Manajemen

  • Untuk mengambil keputusan investasi TI.
  • Untuk keseimbangan resiko dan kontrol investasi.
  • Untuk benchmark lingkungan TI sekarang dan masa depan.


Pengguna
Untuk memperoleh jaminan keamanan dan control produk dan jasa yang dibutuhkan secara internal maupun eksternal.

Auditors

  • Untuk memperkuat opini untuk manajemen dalam control internal.
  • Untuk memberikan saran pada control minimum yang diperlukan.


2. FRAME WORK COBIT
COBIT dikeluarkan oleh IT Governance Institute (ITGI). COBIT digunakan untuk menjalankan penentuan atas IT dan meningkatkan pengontrolan IT. COBIT juga berisi tujuan pengendalian, petunjuk audit, kinerja dan hasil metrik, faktor kesuksesan dan maturity model.

Lingkup kriteria informasi yang sering menjadi perhatian dalam COBIT adalah:

Effectiveness
Menitikberatkan pada sejauh mana efektifitas informasi dikelola dari data-data yang diproses oleh sistem informasi yang dibangun.

Efficiency
Menitikberatkan pada sejauh mana efisiensi investasi terhadap informasi yang diproses oleh sistem.

Confidentiality
Menitikberatkan pada pengelolaan kerahasiaan informasi secara hierarkis.

Integrity
Menitikberatkan pada integritas data/informasi dalam sistem.

Availability
Menitikberatkan pada ketersediaan data/informasi dalam sistem informasi.

Compliance
Menitikberatkan pada kesesuaian data/informasi dalam sistem informasi.

Reliability
Menitikberatkan pada kemampuan/ketangguhan sistem informasi dalam pengelolaan data/informasi.

Sedangkan fokus terhadap pengelolaan sumber daya teknologi informasi dalam COBIT adalah pada :

  • Applications
  • Information
  • Infrastructure
  • People

Dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi, COBIT memiliki karakteristik :

  • Business-focused
  • Process-oriented
  • Controls-based
  • Measurement-driven

COBIT mengelompokkan semua aktivitas bisnis yang terjadi dalam organisasi menjadi 34 proses yang terbagi ke dalam 4 buah domain proses, meliputi :

Planning & Organization
Domain ini menitikberatkan pada proses perencanaan dan penyelarasan strategi TI   dengan strategi perusahaan, mencakup masalah strategi, taktik dan identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.

Domain ini mencakup :

  • PO1 – Menentukan rencana strategis
  • PO2 – Menentukan arsitektur informasi
  • PO3 – Menentukan arah teknologi
  • PO4 – Menentukan proses TI, organisasi dan hubungannya
  • PO5 – Mengelola investasi TI
  • PO6 – Mengkomunikasikan tujuan dan arahan manajemen
  • PO7 – Mengelola sumber daya manusia
  • PO8 – Mengelola kualitas
  • PO9 – Menilai dan mengelola resiko TI
  • PO10 – Mengelola proyek


Acquisition & Implementation
Domain ini berkaitan dengan implementasi solusi IT dan integrasinya dalam proses bisnis organisasi untuk mewujudkan strategi TI, juga meliputi perubahan dan maintenance yang dibutuhkan sistem yang sedang berjalan untuk memastikan daur hidup sistem tersebut tetap terjaga.

Domain ini meliputi:

  • AI1 – Mengidentifikasi solusi yang dapat diotomatisasi.
  • AI2 – Mendapatkan dan maintenance software aplikasi.
  • AI3 – Mendapatkan dan maintenance infrastuktur teknologi
  • AI4 – Mengaktifkan operasi dan penggunaan
  • AI5 – Pengadaan sumber daya IT.
  • AI6 – Mengelola perubahan
  • AI7 – Instalasi dan akreditasi solusi dan perubahan.


Delivery & Support
Domain ini mencakup proses pemenuhan layanan IT, keamanan sistem, kontinyuitas layanan, pelatihan dan pendidikan untuk pengguna, dan pemenuhan proses data yang sedang berjalan.

Domain ini meliputi :

  • DS1 – Menentukan dan mengelola tingkat layanan.
  • DS2 – Mengelola layanan dari pihak ketiga
  • DS3 – Mengelola performa dan kapasitas.
  • DS4 – Menjamin layanan yang berkelanjutan
  • DS5 – Menjamin keamanan sistem.
  • DS6 – Mengidentifikasi dan mengalokasikan dana.
  • DS7 – Mendidik dan melatih pengguna
  • DS8 – Mengelola service desk dan insiden.
  • DS9 – Mengelola konfigurasi.
  • DS10 – Mengelola permasalahan.
  • DS11 – Mengelola data
  • DS12 – Mengelola lingkungan fisik
  • DS13 – Mengelola operasi.


Monitoring and Evaluation
Domain ini berfokus pada masalah kendali-kendali yang diterapkan dalam organisasi, pemeriksaan intern dan ekstern dan jaminan independent dari proses pemeriksaan yang dilakukan.

Domain ini meliputi:

  • ME1 – Mengawasi dan mengevaluasi performansi TI.
  • ME2 – Mengevaluasi dan mengawasi kontrol internal
  • ME3 – Menjamin kesesuaian dengan kebutuhan eksternal.
  • ME4 – Menyediakan IT Governance.


3. COBIT MATURITY MODEL
COBIT menyediakan parameter untuk penilaian setinggi dan sebaik apa pengelolaan IT pada suatu organisasi dengan menggunakan maturity models yang bisa digunakan untuk penilaian kesadaran pengelolaan (management awareness) dan tingkat kematangan (maturity level). COBIT mempunyai model kematangan (maturity models) untuk mengontrol proses-proses IT dengan menggunakan metode penilaian (scoring) sehingga suatu organisasi dapat menilai proses-proses IT yang dimilikinya dari skala nonexistent sampai dengan optimised (dari 0 sampai 5), yaitu: 0: Non Existen, 1: Initial, 2: Repetable, 3: Defined, 4: Managed dan 5: Optimized  (Purwanto dan Saufiah, 2010; Setiawan, 2008; Nurlina dan Cory, 2008).

Sumber: Hendra Fajar Himawan, Mengenal COBIT

Contact Form

Name

Email *

Message *

Labels

Translate

Revolusi Akal dan Hati

Melewati sisi waktu yang tak terhenti, bernaung dalam ruang yang tak terbatas, untuk sebuah pemahaman yang tak berujung ...

Total Pageviews