Welcome to Kavtania's Blog

Melewati sisi waktu yang tak terhenti, bernaung dalam ruang yang tak terbatas, untuk sebuah pemahaman yang tak berujung ...
Follow Me

ENERGI KINETIK, PANAS-DINGIN DAN KAMPUNG PULO



By  Rudi B. Rosidi     19:21    Labels:,, 

Ketika memberikan materi Termofisika dalam perkuliahan, saya selalu mengawali dengan meminta mahasiswa menggosokkan kedua telapak tangannya dan menanyakan apa yang dirasakan kedua telapak tangannya sesaat setelah digosokkan. Serentak mereka menjawab terasa hangat.

Dalam ilmu fisika, panas adalah resultan energi kinetik dari partikel-partikel penyusun suatu benda. Suatu keadaan disebut semakin panas jika resultan energi kinetik partikelnya semakin tinggi. Begitu juga sebaliknya keadaan disebut semakin dingin jika resultan energi kinetiknya semakin kecil.

Tidak seperti energi potensial yang ada pada suatu benda bermassa akibat adaya gravitasi dan ketinggian, maka Energi kinetik adalah energi yang dihasilkan dari adanya gerakan benda tersebut. Energi kinetik akan bernilai nol jika benda tak bergerak, sebesar apapun massa dari benda tersebut. Energi kinetik ini dirumuskan dengan Ek = 1/2(mv^2). Kecepatan suatu benda akan sangat mempengaruhi besarnya energi kinetik yang dihasilkan. Jika anda tak percaya, silakan meminta seseorang melempar bola kasti ke badan anda dengan kecepatan tinggi dan pada kesempatan lain melempar bola basket dengan kecepatan sangat rendah. Anda akan merasakan sakit yang lebih hebat karena benturan bola kasti tersebut dengan badan anda.

Kembali ke topik panas dingin ...

Besaran fisika yang mengukur panas-dinginnya suatu keadaan atau benda dinamakan SUHU dan dinyatakan dengan satuan derajat celcius atau derajat fahrenheit. Semakin besar panas suatu benda, maka suhunya akan tinggi pula tentunya. Istilah dingin sendiri sebenarnya penyederhanaan istilah dari ketiadaan panas atau berkurangnya panas. Jadi jika suatu partikel tidak bergerak sama sekali, maka kita namakan dingin. Persis seperti seorang pria yang tidak tergerak sama sekali ketertarikannya ketika ada seorang wanita yang berulangkali tebar pesona, maka pria tersebut disebut sebagai pria dingin :) Pemahaman tentang konsep panas dingin atau suhu ini  tentunya bisa menjelaskan kepada kita mengapa tatkala seorang wanita menggemgam tangan seorang pria yang dicintai maka tangannya menjadi terasa hangat. Beda halnya jika yang digenggam tangannya adalah sesama wanita.

Secara alami, keadaan Panas suatu benda bisa berubah jika benda tersebut berada di sekitar benda lain yang suhunya lebih kecil. Perpindahan ini bisa melalui konduksi, konveksi atau radiasi. Maka tidak heran jika telapak kaki kita menjadi terasa dingin ketika kita menginjak lantai yang suhunya lebih rendah dari tubuh kita. Perpindahan alami kalor (istilah untuk 'panas' yang berpindah) ini berlangsung hingga memenuhi titik kesetimbangan suhu. Jika perbedaan suhunya semakin besar, maka secara alami perpindahan kalor akan semakin lama pula. Huukum Termodinamika ke nol sudah menjelaskan tentang hal ini.

Lalu bagaimana agar kalor dapat berpindah secara lebih cepat? Tentu saja dengan memberikan suhu lingkungan yang jauh lebih kecil. Sebagai misal seorang tukang Pandai Besi akan mencelupkan pedang yang ditempanya dengan cara memasukkan ke dalam air. Namun satu hal yang perlu diingat adalah bahwa mengharapkan perpindahan kalor secara cepat suatu benda panas dengan treatment tadi akan berisiko terhadap benda tersebut. Jika tidak dilakukan dengan perlahan dan menggunakan kaidah tertentu, maka bisa menyebabkan benda menjadi rapuh karena terjadi distorsi. Pedang seorang Pandai Besi tadi bisa menjadi rapuh jika dicelupkan langsung ke air es, bukan air biasa.

Lalu apa kaitannya panas-dingin dengan Kampung Pulo yang terkena gusuran pemerintah DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Ahok?

Kita ketahui bersama bahwa komunitas Kampung Pulo sudah terbentuk sejak lama. Bahkan sebelum kemerdekaan republik ini. Komunitas ini membentuk perilaku sosial yang tak hanya menyangkut aspek ekonomi, namun juga aspek psikologi, budaya, kenyamanan, rasa aman, dan model interaksi sosial lainnya. Persis seperti masyarakat urban yang sudah lama tinggal di suatu komplek-komplek perumahan atau seorang dokter berprestasi yang sudah beraktivitas lama di kota besar pulau Jawa.

Apakah seorang dokter sudah cukup terpenuhi kebutuhannya ketika ia harus diwajibkan bertugas di pedalaman dengan hanya diberikan gaji yang tinggi? Bagaimana dengan keberlangsungan pendidikan anak-anaknya? Apakah Dokter tersebut mampu menikmati sisa hidupnya di pedalaman ketika berpenghasilan tinggi dan harus jauh dari anak-anaknya ketika memilih teprisah karena di pedalaman tidak ada jaminan pendidikan yang bagus untuk anak-anaknya dan menginginkan anak-anakna untuk tetap bersekolah yang mutunya sudah teruji di kota besar yang ditinggalkannya? Apakah dokter tersebut akan mudah membentuk kreasi di komunitas baru pedalaman yang selama ini mampu ia lakukan ketika berada di komunitas lamanya?

Kondisi ini persis pula yang dialami oleh masyarakat Kampung Pulo. Apa yang terjadi ketika masyarakat Kampung Pulo dipindahkan (dengan paksa) ke tempat lain? Apakah dengan ganti rugi finansial sudah cukup mewakili kebutuhan kehidupan sosial mereka? Bagaimana kelangsungan ekonominya ketika mereka harus berada jauh dari lapak-lapak dagangannya atau membuat lapak dagangan baru di tempat barunya yang disediakan pemerintah (jika disediakan)?

Perpindahan komunitas masyarakat Kampung Pulo persis halnya seperti mendinginkan pedang panas oleh tukang besi ke dalam air. Jika tidak hati-hati dan dilakukan dengan analisis yang lebih holistik maka bisa menyebabkan keretakan atau distorsi. Dan kita semua tahu, bahwa kejadian penggusuran beberapa hari lalu kembali menyisakan korban. Terjadi distorsi yang luar biasa antara kepentingan masyarakat dan kepentingan pemerintah.

Logika sederhananya adalah bahwa ketika kenyataanya masyarakat masih protes keras dengan penggusuran berarti ada diskusi atau kesepakatan yang belum tuntas antara masyarakat dan pemerintah. Terjadi ketimpangan cara pikir antara masyarakat yang mengalami berpikir secara holistik dari semua aspek, sementara pemerintah hanya berpikir untung-rugi atau dari sisi ekonomi saja. Pemerintah seharusnya lebih memahami bahwa persoalan perpindahan sebuah komunitas masyarakat tidak hanya sekadar persoalan ganti rugi finansial belaka.

Masyarakat Kampung Pulo sudah lama beraktifitas. 'Energi kinetik' mereka sudah berjalan sejak lama di segala bidang. Mereka sudah berkehidupan dengan penuh kehangatan. Maka jangan memaksa mendinginkan kehangatan mereka dengan cara-cara yang menyebabkan distorsi. Benda saja jika didinginkan dengan terpaksa bisa mengalami distorsi, apatah lagi sekelompok manusia yang punya hati. Ketika kehangatan kehidupan mereka dipaksa menjadi dingin, maka hati mereka bisa terluka bahkan hancur.

Semoga saja Ahok dan jajarannya lebih mampu memahami keadaan masyarakat ploretar kelas bawah seperti masyarakat Kampung Pulo dengan cara berpikir yang lebih holistik, menganalisis dari segala aspek dan bidang. Ayo Ko Ahok, jangan kalah sama seorang Pandai Besi, lebih mudahlah berpikir menemukan solusi yang lebih efektif untuk mendinginkan masyarakat Kampung Pulo, semudah anda mengeluarkan kata-kata dalam Frase Umum Ciri Ko seperti b*****t, t*i, atau n*****g.

“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS at-Taubah [9]: 71)

About Rudi B. Rosidi

Skills: Multimedia Learning, Information Technology, Numerical Analysis. - Occupation: Business, Lecturer. - Employment: PT Softchip Computama Indonesia, CEO. - Official Website: www.kliksci.com. - Communities: IT Development, Midwifery Industries, Fatinistic.

2 comments:

  1. Bukankah dipindah dgn jarak 500 meter dari lokasi tmpt tinggal awal mereka saja? Memangnya jarak 500 meter kehidupan mereka bisa berubah total? Bisa nga jualan? Sedangkan yang tinggal didepok saja bisa ke Jakarta bekerja. Think bro!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah cukup dengan variabel jarak saja? :)

      Delete


Contact Form

Name

Email *

Message *

Follow by Email

Labels

Translate

Revolusi Akal dan Hati

Melewati sisi waktu yang tak terhenti, bernaung dalam ruang yang tak terbatas, untuk sebuah pemahaman yang tak berujung ...

Total Pageviews