Welcome to Kavtania's Blog

Melewati sisi waktu yang tak terhenti, bernaung dalam ruang yang tak terbatas, untuk sebuah pemahaman yang tak berujung ...
Follow Me

PASIR KEHIDUPAN



By  Rudi B. Rosidi     11:23    Labels:, 
Menyimak berita tentang diberlakukannya lagi ekspor pasir besi oleh pemerintah Jokowi setelah sempat terhenti total sejak 12 Januari 2014, mengingatkan saya pada masa kuliah saat dosen Ilmu Bahan (Material) Pak Kusnanto menjelaskan tentang Potensi Pasir di Cilacap yang diekspor ke Jepang saat itu sekitar tahun 1996.

Beliau yang pemegang 6 Hak Paten Ciptaan Teknologi Material di Jerman menjelaskan bahwa potensi pasir di Cilacap yang diekspor 'mentah' memiliki kandungan Titan yang signifikan. Harga jual pasir sangat jauh dibandingkan dengan kandungan keseluruhan Ferum, Titan, dan unsur lain yang dimiliki material pasir yang diekspor mentah tersebut.

3 tahun lalu di Puspitek Serpong saya bertemu lagi dengan beliau yang sekarang menjadi Direktur Produksi PT Indo Nuklir yang sebelumnya bernama PT Batan Teknologi, sebuah BUMN yang bergerak di bidang teknologi nuklir, dan beliau lagi-lagi berprestasi menciptakan teknologi pengayaan uranium tingkat rendah yang produksinya merajai pasar dunia.

http://ft.ugm.ac.id/yudiutomo-dan-kusnanto-invasi-merajai-pasar-radioisotop-dunia/

Namun saat itu beliau tidak bercerita banyak tentang perkembangan ekspor material mentah tambang di Indonesia termasuk tentang Pasir di Cilacap. Mungkin karena saya tidak menanyakan atau karena kebijakan yang melarang ekspor bahan tambang mentah saat itu masih berlaku.

Sebagai anak bangsa, menghadapi kenyataan dibukanya lagi peluang ekspor bahan tambang mentah ini membuat hati miris. Betapa tidak, kita yang memiliki sumber daya alam, kita juga memiliki potensi sumber daya manusia yang mampu mengelolanya, namun kita lebih menyukai 'berdagang praktis' hanya sekedar mengejar keuntungan cepat sesaat pada masa kini.

Ruang kebijakan pemerintah pada kemandirian penguasaan teknologi dalam pengelolaan sumber daya alam oleh anak-anak bangsa sendiri sepertinya semakin tertutup rapat. Sumber daya alam habis, pakar-pakar teknologi banyak yang dibeli oleh pihak asing, dan akhirnya anak cucu kita di masa depan hanya kebagian 'sampah sisa' kekayaan alam bangsa ini. Anak cucu kita kelak mungkin hanya disuguhkan sebuah sejarah dalam buku sekolah mereka bahwa tanah air tempat lahirnya pernah kaya dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki.

Seperti halnya potensi sumber daya alam yang lain, Pasir adalah potensi kelangsungan kehidupan negara ini. Pasir yang memiliki kandungan kwarsa, ferum, titan atau bahkan zeolit yang memiliki nilai jual tinggi seharusnya mampu 'menyanggah' keberlangsungan kehidupan bangsa ini. Namun sepertinya dengan diberlakukannya kebijakan ini, Pasir Kehidupan anak cucu kita akan berubah menjadi Pasir Kesengsaraan generasi anak bangsa di masa-masa yang akan datang.

Mari bersama-sama berdoa dan berusaha semoga Indonesia selalu terjaga dari tangan-tangan kotor asing dan pengkhianat bangsa yang hanya bertujuan mengisi kantung perutnya saja yang bahkan volumenya tidak lebih dari satu galon.

Sumber berita:http://industri.kontan.co.id/news/esdm-restui-penambang-pasir-china-buat-ekspor

About Rudi B. Rosidi

Skills: Multimedia Learning, Information Technology, Numerical Analysis. - Occupation: Business, Lecturer. - Employment: PT Softchip Computama Indonesia, CEO. - Official Website: www.kliksci.com. - Communities: IT Development, Midwifery Industries, Fatinistic.

No comments:

Post a Comment


Contact Form

Name

Email *

Message *

Follow by Email

Labels

Translate

Revolusi Akal dan Hati

Melewati sisi waktu yang tak terhenti, bernaung dalam ruang yang tak terbatas, untuk sebuah pemahaman yang tak berujung ...

Total Pageviews